Peluang Usaha Mebel Masih Baik

Tingkat kebutuhan yang tinggi terhadap mebel dari tahun ke tahun selalu meningkat, jauh melebihi tingkat pertumbuhan penduduk dan atau tingkat pertumbuhan rumah tangga baru di Indonesia. Hal ini berarti bahwa mebel dibutuhkan bukan hanya karena fungsinya saja, tapi sudah masuk pada pemenuhan kebutuhan selera. Furnitur kini telah menjadi produk fashion, mode, dan gaya hidup. Di lain pihak, ketersediaan barang mebel itu juga sudah sedemikian tingginya sehingga dimana saja, kapan saja, dan pada tingkat harga berapa saja, masyarakat dengan mudah dapat memperolehnya. Mebel yang berbasis di rumah, biasanya pembuatan mebel dilakukan setelah dilakukan pemesanan. Penyelesaian mebel dalam kurun waktu berminggu-minggu. Biasanya, pembuatan perlengkapan mebel menggunakan tangan dan amat jarang yang menggunakan mesin. Namun amat berbeda dengan toko-toko mebel di dalam mal besar seperti Vinotti Living, Floral Home dan lainnya di Jakarta. Toko penjual mebel ini pun memiliki inhouse desainer, interior khusus untuk membantu para konsumen dalam memilih barang sesuai dengan keinginan dan keadaan ruangan. Menurut Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) M Hatta Sinatra prospek usaha mebel pada saat ini dan masa mendatang tetap ada. Hanya saja bagi masyarakat yang hendak membuka usaha pada sector ini sebaiknya lebih berhati-hati. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir pasar penjualan mebel relative menurun. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kurang baiknya perekonomian dunia pada beberapa bulan terakhir. Bahkan sekarang, permintaan dari masyarakat ERopa dan Amerika Serikat cenderung menurun. Namun bukan berarti melarang masyarakat untuk memulai usaha mebel. Hanya sebuah peringatan kalau belum mempunyai pengalaman pada usaha ini, masyarakat akan sedikit kesulitan dalam memasarkan produknya. Padahal pada saat ini penjualan mebel cenderung menurun sedangkan jumlah pengusaha mebel terus bertambah banyak. Sekarang saja, sejumlah pengusaha mebel telah mengurangi produksinya. Produksi mebel Indonesia yang dicari pengusaha umumnya berbentuk seperangkat kursi makan, kursi tamu dan kursi taman. Selain itu, sejak beberapa tahun terakhir sejumlah Negara kerap mencari beberapa lemari produksi Indonesia, khususnya lemari model semi klasik. Kendati begitu, dia berharap, semua pengusaha mebel, khususnya yang baru membuka usaha ini, terus berinovasi dalam menciptakan model-model mebel baru. Kalau tidak, dikhawatirkan mebel produksi Indonesia akan kalah bersaing dengan produk dari Negara lain, khususnya China. Persaingan di bisnis mebel di Indonesia semakin lama semakin tinggi. Pertama, katanya, kondisi itu dipicu oleh derasnya produk-produk impor yang membanjiri pasar domestik. Kedua, bertambahnya pesaing atau munculnya pemain-pemain baru. Dan ketiga, adanya tuntutan konsumen yang semakin selektif memilih produk dengan kualitas tinggi Namun kalau harga dolar terus menguat, dia khawatir, penjualan mebel akan berkurang signifikan. Ini karena harga mebel akan membumbung tinggi. Kondisi tersebut pernah terjadi pada 1998 lalu. Karena itulah, dia berharap agar otoritas moneter bisa menjaga stabilitas nilai tukar. Setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki calon pengusaha mebel sebelum memulai usaha, yakni mencari tempat strategis, pengetahuan membaca pasar, dan memiliki inovasi. Ke tiga hal tersebut akan menjadi factor yang menentukan dalam kesuksesan membuka bisnis mebel. Kalau mebel tersebut hendak dieskpor, maka calon pengusaha mebel harus bisa menjaga kualitas mebel yang dibuat. Sebab masyarakat mancanegara tidak hanya melihat keunikan dan keindahan mebel yang dijual. Tapi juga kualitas mebel yang dihasilkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: