Peraturan Sekolah : Disiplin, Ketertiban, Pelanggaran, dan Hukuman

Sebenarnya apa arti disiplin..?

Disiplin adalah perasaan taat dan patuh terhadap nilai – nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang dirasakan menjadi tanggung jawab. Kita memerlukan perilaku disiplin dimana saja seperti di rumah, sekolah, dan masyarakat.

Pada sudut pandang ini saya akan menjelaskan bagaimana peraturan sekolah yang menerapkan perilaku disiplin sehingga membuat ketertiban di dalam pergaulan sekolah. Jika ada yang melanggar peraturan tersebut tentunya akan mendapatkan hukuman sesuai dengan pelanggaran yang murid tersebut perbuat.

Apa saja yang membuat kita tidak dapat berdisiplin..?

  1. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh guru
  2. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh sekolah; kondisi sekolah yang kurang menyenangkan, kurang teratur, dan lain-lain dapat menyebabkan perilaku yang kurang atau tidak disiplin.
  3. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh siswa , siswa yang berasal dari keluarga yang broken home.
  4. Perilaku tidak disiplin bisa disebabkan oleh kurikulum, kurikulum yang tidak terlalu kaku, tidak atau kurang fleksibel, terlalu dipaksakan dan lain-lain bisa menimbulkan perilaku yang tidak disiplin, dalam proses belajar mengajar pada khususnya dan dalam proses pendidikan pada umumnya.

Pada point-point diatas dapat kita lihat bahwa sikap tidak berdisiplin tidak selalu tumbuh di dalam diri seseorang. Tergantung juga dari orang lain dan lingkungan. Misalnya guru sekolah sendiri yang membuat suatu peraturan di sekolah tetapi guru tersebut malah meyimpang perilakunya dari peraturan yang telah ada. Hal ini dapat dianggap semua murid tidak adil karena kenapa hanya mereka yang harus menaati peraturan di sekolah, sedangkan guru mereka tidak. Terlebih lagi pada murid yang berasal dari keluarga broken home. Mereka sangat kekurangan perhatian karena tidak adanya tata tertib di lingkup keluarga mereka sehingga mereka dapat melakukan aktifitas di luar rumah sesuka hati mereka, misalnya pulang larut malam, setelah pulang sekolah bermain ke tempat teman tanpa seijin orang tua, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya tujuan sekolah membuat peraturan adalah sebagai berikut :

  1. Rasa hormat terhadap otoritas/ kewenangan; disiplin akan menyadarkan setiap siswa tentang kedudukannya, baik di kelas maupun di luar kelas, misalnya kedudukannya sebagai siswa yang harus hormat terhadap guru dan kepala sekolah.
  2. Upaya untuk menanamkan kerja sama; disiplin dalam proses belajar mengajar dapat dijadikan sebagai upaya untuk menanamkan kerjasama, baik antara siswa, siswa dengan guru, maupun siswa dengan lingkungannya.
  3. Kebutuhan untuk berorganisasi; disiplin dapat dijadikan sebagai upaya untuk menanamkan dalam diri setiap siswa mengenai kebutuhan berorganisasi.
  4. Rasa hormat terhadap orang lain; dengan ada dan dijunjung tingginya disiplin dalam proses belajar mengajar, setiap siswa akan tahu dan memahami tentang hak dan kewajibannya, serta akan menghormati dan menghargai hak dan kewajiban orang lain.
  5. Kebutuhan untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan; dalam kehidupan selalu dijumpai hal yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Melalui disiplin siswa dipersiapkan untuk mampu menghadapi hal-hal yang kurang atau tidak menyenangkan dalam kehidupan pada umumnya dan dalam proses belajar mengajar pada khususnya.
  6. memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin; dengan memberikan contoh perilaku yang tidak disiplin diharapkan siswa dapat menghindarinya atau dapat membedakan mana perilaku disiplin dan yang tidak disiplin.

Dari point-point di atas dapart kita lihat bahwa perilaku disiplin ternyata sangat penting karena disiplin merupakan nilai moral yang sangat penting untuk dibawa tidak hanya di sekolah tetapi juga di masyarakat. Contohnya adalah menaati segala peraturan di masyarakat seperti membuang sampah pada tempatnya. Lalu berdisiplin terhadap waktu, tidak terlambat pada waktunya, dan masih banyak lagi.

Lalu apa yang terjadi jika kita tidak dapat mematuhi aturan-aturan sekolah yang telah tercantum..? Tentu saja kita akan mendapatkan sanksi yang telah tercantum juga pada peraturan sekolah. Jika itu hanya pelanggaran ringan dan sedang seperti terlambat masuk sekolah atau tidur di kelas pada saat pelajaran maka murid akan mendapatkan point sebagai ganjaran pelanggarannya. Sedangkan untuk pelanggaran yang berat seperti ikut tawuran, menggunakan narkoba, membwaa senjata tajam ke sekolah, dan masih banyak lagi, tentunya murid tersebut akan mendapatkan pelanggaran yang sangat berat bahkan dapat dikeluarkan dari sekoklah sebagai sanksinya.

Peraturan sekolah di luar negri

Seminar PDP kami selasa kemarin menampilkan seorang guru yang sudah mengajar selama 30 tahun di SMA Suzaku di Kyoto.  Namanya Pak Ichikawa.  Beliau mengajar Biologi.  Kedatangan Pak Ichikawa di forum seminar kami bertujuan untuk menjelaskan tentang survey sekolah yang dilaksakan di SMA Suzaku.

Tapi ada hal menarik yang saya tangkap dalam pembicaraan beliau yang mengasyikkan selama hampir 2.5 jam non stop, yaitu tentang peraturan sekolah di SMA Suzaku.  Anak-anak Suzaku tak diwajibkan memakai seragam, tapi mereka tidak diperbolehkan mengenakan asesoris tertentu.

Beberapa peraturan yang terdengar lucu adalah : rambut tidak boleh di-pam, di-punk, atau bergaya rambut Don king atau gaya rambut yang aneh.  Wanita tidak boleh mengenakan sepatu berhak atau sepatu yang berbunyi ketika dipakai berjalan.  Laki-laki tidak boleh memakai anting. HP tidak boleh dinyalakan ketika belajar.

Aturan-aturan itu mungkin sedikit aneh bagi beberapa sekolah yang mewajibkan seragam.  Tapi bagi SMA Suzaku aturan itu perlu dibuat karena siswa bebas memakai pakaian sopan apa saja ke sekolah.  Ketika pertama kali diterapkan, banyak siswa yang menentang.  Tapi Pak Ichikawa punya resep agar anak-anak Suzaku mau mengikuti peraturan sekolah.  Intinya beliau mengajak anak-anak yang menentang untuk berdialog, dan menanyai mereka alasan penentangan plus menjelaskan kenapa rambut tak boleh di-pam atau sepatu tak boleh berbunyi.

Ya, rambut yang di-pam memang tak perlu disisir (kalau disisir, pam-nya rusak-red).  Anak-anak yang mempunyai rambut gaya pam, selalu disibukkan dengan memegang-megang rambutnya agar membentuk gelombang (pam), dan ini seringkali mengganggu konsentrasi mereka.  Satu lagi, biayanya mahal (di Nagoya, sekitar 7 ribu yen).

Lalu kenapa tak boleh memakai sepatu berhak ?  Karena sepatu berhak bising ! Bunyinya ‘urusai’ (ribut) kata orang Jepang.  Saya paling tak suka jika berjalan di stasiun ketika menuruni tangga berpapasan dengan gadis-gadis Jepang yang memakai sepatu berhak dan berbunyi tak-tak-tak atau tuk-tuk-tuk.  Mereka sepertinya menikmati sekali bunyi itu, sebab selalu saja mereka berlari dan tak berusaha berjalan pelan-pelan agar suara bisa diredam. Sedangkan telinga saya hampir pekak rasanya !

Peraturan di sekolah harus merupakan sesuatu yang masuk akal !  Pak Ichikawa mengatakan anak-anak SMA adalah orang dewasa yang masih mature tapi bisa memahami istilah “jama” (= mengganggu).  Maksudnya, peraturan dibuat agar orang lain tak merasa terganggu.  Dan anak-anak pun dibiasakan berfikir mengapa mereka tak boleh begini tak boleh begitu, sebab orang lain akan terganggu.

Tentu saja agak sulit menanamkan ini di tengah upaya guru menanamkan pengertian “jiyu” (kebebasan).  Sebab selama bertahun-tahun pendidikan Jepang adalah pendidikan yang terkungkung, tanpa mengenal kata demokrasi dan kebebasan. Namun menarik untuk menganalisa, bagaimana ide kebebasan itu diajarkan di Jepang sementara konsep “kekakuan, kesopanan ” ala Jepang masih harus dipertahankan.

Selain menyodorkan peraturan yang sudah jadi kepada siswa, ada baiknya juga menanyai mereka peraturan apa yang mesti diperbaharui, atau dibuat supaya sekolah menjadi aman untuk belajar.  Yang ini biasanya tidak dilakukan di sekolah-sekolah, termasuk SMA Suzaku.

Sumber :

murniramli.wordpress.com/…/peraturan-sekolah-harus-masuk-akal/

rifalpradana.wordpress.com/…/peraturan-sekolah-terhadap-siswa/ -

http://www.ahmadheryawan.com/…/254-menegakkan-disiplin-di-sekolah.html -

smacepiring.wordpress.com/…/resep-kedisiplinan-sekolah/ -

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/04/04/disiplin-siswa-di-sekolah/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: